Humankind: Sejarah Penuh Harapan
Masuk sebagai member untuk mulai membaca dan menyimpan progres.
Silakan masuk untuk mengakses fitur baca.
Ringkasan
Rutger Bregman mengajak pembaca meninjau ulang asumsi paling populer tentang manusia: bahwa kita pada dasarnya egois dan cenderung jahat. Humankind justru mendorong hipotesis sebaliknya, bahwa lebih masuk akal (dan “lebih realistis”) melihat manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya memiliki kecenderungan baik, kooperatif, dan mampu saling menolong, lalu ia menguatkan argumen itu lewat kisah-kisah sejarah, riset, dan studi psikologi/sosiologi.
Buku ini terasa seperti kombinasi sejarah populer dan kritik cara kita bercerita tentang peradaban. Alih-alih hanya menonjolkan perang dan kekejaman sebagai inti sejarah, Bregman menyorot contoh-contoh solidaritas, empati, dan kerja sama yang sering kalah panggung. Dampaknya bukan sekadar “feel good”, tapi juga politis: kalau kita percaya manusia bisa dipercaya, maka desain institusi, pendidikan, dan kebijakan publik pun bisa berubah. Cocok untuk pembaca yang suka nonfiksi gagasan, sejarah populer, dan buku yang memantik diskusi.
Ulasan Pembaca
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.
Tulis ulasan Anda
Silakan masuk untuk menulis ulasan.
Buku Serupa
Lihat semua
LikeWar: Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
Seni Hidup Tenang di Usia Muda
Genre sama
Girl, Interrupted: Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
Di Bawah Lentera Merah
Genre sama
Talking to My Daughter About the Economy: Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
The Undercover Economist Strikes Back: Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
Islam Tuhan, Islam Manusia
Genre sama
The Coming Swarm: Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
LikeWar: Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
Seni Hidup Tenang di Usia Muda
Genre sama
Girl, Interrupted: Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
Di Bawah Lentera Merah
Genre sama
Talking to My Daughter About the Economy: Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
The Undercover Economist Strikes Back: Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama