Dune Messiah (Dune: Mesias): Edisi Bahasa Indonesia

Dune Messiah (Dune: Mesias): Edisi Bahasa Indonesia

Frank Herbert
0 (0)
Tahun2008 PenerbitPenguin Publishing Group BahasaIndonesia
Akses tersedia

Masuk sebagai member untuk mulai membaca dan menyimpan progres.

Masuk untuk Baca

Silakan masuk untuk mengakses fitur baca.

Gambaran Isi

Ringkasan

Kemenangan tidak selalu membawa kebebasan. Terkadang, justru dari sanalah sebuah penjara yang lebih besar mulai dibangun.

Dalam Dune Messiah, Frank Herbert membawa pembaca kembali ke alam semesta Dune, dua belas tahun setelah Paul Atreides merebut kekuasaan dan menjadi Kaisar. Kini, lelaki yang dikenal sebagai Muad’Dib itu bukan lagi sekadar pemimpin kaum Fremen. Namanya telah menjelma menjadi simbol keagamaan, sementara pengaruhnya menjangkau berbagai planet di bawah kekuasaan kekaisaran.

Namun, di balik kemegahan takhta dan kesetiaan jutaan pengikutnya, Paul mulai menyadari bahwa kekuasaan memiliki harga yang jauh lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan. Perang suci yang berlangsung atas namanya telah meninggalkan kehancuran di berbagai penjuru alam semesta. Sosok yang dipuja sebagai penyelamat justru harus hidup bersama akibat dari keyakinan yang menjadikannya hampir seperti dewa.

Di tengah situasi itu, musuh-musuh lama mulai menyusun rencana. Kelompok Bene Gesserit, serikat antariksa, dan pihak-pihak yang kehilangan pengaruh akibat kebangkitan keluarga Atreides berusaha menggoyahkan kekuasaan Paul. Ancaman tidak hanya datang dari luar istana, tetapi juga melalui orang-orang yang berada dekat dengan lingkaran kekuasaannya.

Keadaan semakin rumit karena Paul memiliki kemampuan melihat kemungkinan masa depan. Apa yang seharusnya menjadi anugerah justru berubah menjadi beban. Ia dapat menyaksikan berbagai jalan yang mungkin ditempuh, tetapi tidak semuanya menawarkan keselamatan. Dalam setiap pilihan, selalu ada sesuatu yang harus dikorbankan.

Sementara itu, hubungannya dengan Chani menjadi salah satu bagian paling manusiawi dalam cerita. Di tengah perebutan kekuasaan dan pertarungan politik, Paul berusaha mempertahankan cinta serta kehidupan pribadi yang semakin sulit dipisahkan dari tanggung jawabnya sebagai seorang kaisar.

Berbeda dari novel pertama yang menghadirkan kebangkitan seorang pahlawan, Dune Messiah justru mempertanyakan makna kepahlawanan itu sendiri. Frank Herbert menggambarkan bagaimana seorang pemimpin dapat terperangkap dalam mitos yang dibangun oleh pengikutnya, bagaimana agama dapat digunakan sebagai kekuatan politik, dan bagaimana keyakinan terhadap seorang tokoh besar dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Novel ini lebih banyak bergerak melalui percakapan, intrik, pergulatan batin, dan pertanyaan filosofis daripada peperangan besar. Namun, justru dalam ketegangan yang lebih sunyi itulah Herbert memperlihatkan sisi paling rapuh dari kekuasaan.

Dune Messiah bukan sekadar kisah tentang seorang kaisar yang menghadapi pemberontakan. Ini adalah cerita tentang manusia yang harus menghadapi akibat dari kekuasaannya sendiri, tentang masa depan yang tampak telah ditentukan, dan tentang betapa sulitnya membedakan antara menjadi penyelamat dengan menjadi tawanan dari harapan orang lain.

Sebagai buku kedua dalam seri Dune Chronicles, novel ini memperluas dunia yang dibangun dalam Dune sekaligus mempersiapkan perjalanan panjang keluarga Atreides dalam kisah-kisah berikutnya.

Buku ini tersedia di Imaji.id sebagai bagian dari koleksi perpustakaan digital nirlaba. Akses membaca disediakan untuk member melalui ruang baca digital, tanpa fitur download, distribusi ulang, atau penggunaan komersial.

Suara Pembaca

Ulasan Pembaca

Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.


Tulis ulasan Anda

Silakan masuk untuk menulis ulasan.

Buku Serupa

Lihat semua