Anak Semua Bangsa

Anak Semua Bangsa

Pramoedya Ananta Toer
0 (0)
Tahun2002 PenerbitHasta Mitra BahasaIndonesia
Akses tersedia

Masuk sebagai member untuk mulai membaca dan menyimpan progres.

Masuk untuk Baca

Silakan masuk untuk mengakses fitur baca.

Gambaran Isi

Ringkasan

Di buku kedua Tetralogi Pulau Buru, Pramoedya Ananta Toer membawa Minke keluar dari fokus rumah dan urusan pribadinya menuju dunia yang jauh lebih luas dan keras. Cerita dibuka dengan duka atas nasib Annelies, tapi dari sana Minke dipaksa berhadapan dengan wajah kolonialisme yang lebih telanjang: petani yang digilas sistem, pers lokal yang dibungkam, kaum kecil yang hidupnya diatur keputusan orang jauh di atas mereka.

Anak Semua Bangsa terasa lebih serius dan politis dibanding Bumi Manusia. Minke mulai menyadari bahwa yang tertindas bukan hanya dirinya atau orang-orang terdekatnya, melainkan seluruh “anak semua bangsa” yang hidup di bawah struktur penjajahan. Ia menulis, mengamati, dan belajar membaca arus sejarah, sambil pergulatannya sendiri sebagai intelektual muda justru makin berat: apakah cukup hanya menjadi saksi, atau ia harus ikut mengambil sikap?

Suara Pembaca

Ulasan Pembaca

Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.


Tulis ulasan Anda

Silakan masuk untuk menulis ulasan.

Buku Serupa

Lihat semua