Aku Ingin Jadi Peluru
Masuk sebagai member untuk mulai membaca dan menyimpan progres.
Silakan masuk untuk mengakses fitur baca.
Ringkasan
Puisi-puisi Wiji Thukul terasa lugas, tanpa basa-basi, tapi justru itu yang membuatnya kuat. Ia menulis tentang rakyat kecil, ketakutan, ketidakadilan, dan martabat, dengan bahasa yang dekat, seperti suara yang datang dari gang, pabrik, dan jalanan. Di beberapa sajak, Kamu bisa merasakan napas demonstrasi; di sajak lain, Kamu menemukan kesepian yang sunyi, tapi tetap keras kepala.
Buku ini cocok kalau Kamu ingin merasakan puisi yang hidup dan punya sikap. Banyak sajaknya pendek, tapi efeknya panjang, seperti peluru yang tidak berisik, tapi tepat sasaran. Kalau Kamu baru mulai membaca puisi, ini juga pintu yang bagus karena bahasanya tidak “mengawang”, namun tetap menghantam emosi.
Ulasan Pembaca
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.
Tulis ulasan Anda
Silakan masuk untuk menulis ulasan.
Buku Serupa
Lihat semua
Saman
Genre sama
Arus Bawah
Genre sama
Rahvayana: Aku Lala Padamu
Genre sama
Dune Messiah (Dune: Mesias): Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
The Magician’s Nephew (Keponakan Penyihir): Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
Supernova: Petir
Genre sama
The Alchemist: Sang Alkemis
Genre sama
Selamat Menunaikan Ibadah Puisi
Genre sama
Saman
Genre sama
Arus Bawah
Genre sama
Rahvayana: Aku Lala Padamu
Genre sama
Dune Messiah (Dune: Mesias): Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
The Magician’s Nephew (Keponakan Penyihir): Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
Supernova: Petir
Genre sama