Anak Semua Bangsa
Masuk sebagai member untuk mulai membaca dan menyimpan progres.
Silakan masuk untuk mengakses fitur baca.
Ringkasan
Di buku kedua Tetralogi Pulau Buru, Pramoedya Ananta Toer membawa Minke keluar dari fokus rumah dan urusan pribadinya menuju dunia yang jauh lebih luas dan keras. Cerita dibuka dengan duka atas nasib Annelies, tapi dari sana Minke dipaksa berhadapan dengan wajah kolonialisme yang lebih telanjang: petani yang digilas sistem, pers lokal yang dibungkam, kaum kecil yang hidupnya diatur keputusan orang jauh di atas mereka.
Anak Semua Bangsa terasa lebih serius dan politis dibanding Bumi Manusia. Minke mulai menyadari bahwa yang tertindas bukan hanya dirinya atau orang-orang terdekatnya, melainkan seluruh “anak semua bangsa” yang hidup di bawah struktur penjajahan. Ia menulis, mengamati, dan belajar membaca arus sejarah, sambil pergulatannya sendiri sebagai intelektual muda justru makin berat: apakah cukup hanya menjadi saksi, atau ia harus ikut mengambil sikap?
Ulasan Pembaca
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.
Tulis ulasan Anda
Silakan masuk untuk menulis ulasan.
Buku Serupa
Lihat semua
Dune Messiah (Dune: Mesias): Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
The Magician’s Nephew (Keponakan Penyihir): Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
Supernova: Petir
Genre sama
The Alchemist: Sang Alkemis
Genre sama
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Genre sama
Saman
Genre sama
1984: Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
Musashi, Edisi Lengkap
Genre sama
Dune Messiah (Dune: Mesias): Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
The Magician’s Nephew (Keponakan Penyihir): Edisi Bahasa Indonesia
Genre sama
Supernova: Petir
Genre sama
The Alchemist: Sang Alkemis
Genre sama
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Genre sama
Saman
Genre sama