Jejak Langkah

Jejak Langkah

Pramoedya Ananta Toer
0 (0)
Tahun2006 PenerbitLentera Dipantara BahasaIndonesia
Akses tersedia

Masuk sebagai member untuk mulai membaca dan menyimpan progres.

Masuk untuk Baca

Silakan masuk untuk mengakses fitur baca.

Gambaran Isi

Ringkasan

Di Jejak Langkah, buku ketiga Tetralogi Pulau Buru, Minke meninggalkan Surabaya dan beralih ke Batavia pada awal abad ke-20. Ia masuk STOVIA, sekolah kedokteran pribumi, dan dari sana matanya makin terbuka pada wajah kolonialisme yang kian gamblang: aturan rasis, diskriminasi di ruang belajar, serta kehidupan kota yang penuh jurang kelas. Pendidikan bukan lagi sekadar cara “naik derajat”, tetapi jendela untuk melihat bagaimana kekuasaan bekerja dan siapa saja yang digilas olehnya.

Jejak Langkah adalah fase ketika Minke mulai benar-benar masuk ke arena pergerakan nasional. Ia menulis di surat kabar, ikut mengorganisir orang-orang pribumi, dan terlibat dalam kelahiran berbagai organisasi modern yang kelak disebut sebagai cikal bakal nasionalisme Indonesia. Roman ini terasa padat tapi hidup: penuh rapat, debat, perselisihan, dan kompromi, sambil menunjukkan bahwa perlawanan tidak selalu hadir sebagai angkat senjata, tetapi juga sebagai kata-kata yang dicetak dan disebarkan ke sebanyak mungkin pembaca.

Suara Pembaca

Ulasan Pembaca

Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.


Tulis ulasan Anda

Silakan masuk untuk menulis ulasan.

Buku Serupa

Lihat semua